GP Qatar, Seri Pembuka MotoGP 2017

Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) dan Dorna Sport selaku operator MotoGP telah resmi mengeluarkan jadwal final untuk pergelaran balapan motor paling bergengsi seantero dunia.

Sirkuit Losail Qatar

Sirkuit Losail Qatar akan menjadi seri pembuka MotoGP musim 2017 pada tanggal 26 Maret mendatang

Sebelumnya, kedua asosiasi tersebut juga telah meluncurkan jadwal yang bersifat sementara alias belum final. Namun, pada tanggal 23 Januari 2017 lalu, jadwal resmi atau final sudah diluncurkan.

Sehingga, tak akan ada lagi perubahan terkecuali ketika balapan akan dimulai terdapat beberapa kendala yang tak memungkinkan untuk melangsungkan balapan. Seperti diantaranya faktor cuaca, teknis dan lain sebagainya.

Di jadwal final ini, Sirkuit Losail Qatar tetap menjadi seri pertama dalam 18 seri yang akan dilakoni oleh para pembalap MotoGP musim baru mendatang. Rencananya, GP Qatar akan dilangsungkan pada akhir pekan, tepatnya hari Minggu tanggal 26 Maret 2017.

Seri pembuka MotoGP 2017 tersebut tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh para rider bersama tim. Pasalnya, GP Qatar menjadi satu-satunya seri yang dilangsungkan pada malam hari. Tidak seperti seri-seri selanjutnya yang akan dihelat pada siang hari.

Dengan demikian, balapan tak hanya akan tersaji dengan pertarungan para pembalap saja, tetapi juga menyajikan balapan yang indah. Terlebih, motor seluruh tim masih baru dan ditambah dengan sinaran lampu. Sehingga, tunggangan pembalap akan terlihat mempesona.

Untuk catatan, bahwa selama perhelatan MotoGP di Sirkuit Losail Qatar sejak 2004 silam di semua ajang, Jorge Lorenzo yang telah meraih enam kemenangan. Disusul oleh Casey Stoner dengan lima, Valentino Rossi dengan mencatatkan empat kali juara dan sang juara bertahan Marc Marquez sebanyak dua kali.

Lorenzo Bertekad Tampil Maksimal di GP Qatar

Jorge Lorenzo yang telah memutuskan untuk tidak memperpanjang masa baktinya dengan tim Yamaha dan bergabung bersama tim Ducati Corse selama dua musim kedepan memiliki tekad untuk tampil maksimal demi mempertahankan gelar juara di musim lalu.

Jorge Lorenzo

Jorge Lorenzo bertekad akan tampil maksimal di GP Qatar untuk mempertahankan gelar juara di musim lalu

X-Fuera sukses menjadi yang tercepat pada GP Qatar musim 2016 dengan catatan 42 menit 28,452 detik dan mencundangi Andrea Dovizioso di urutan kedua serta Marc Marquez di posisi ketiga.

“Seri pembuka tentu bukanlah yang mudah. Karena menjadi balapan resmi untuk pertama kalinya dalam mengarungi musim baru. Akan banyak hal yang akan mempengaruhi hasil,”

“Namun, saya telah sukses menjadi yang tercepat di Sirkuit Losail dalam beberapa tahun. Terlebih, pada musim lalu saya berhasil menjadi yang tercepat,”

“Sehingga saya bertekad untuk mempertahankan gelar juara di musim lalu dengan berusaha tampil maksimal. Meskipun kini situasinya berbeda. Saya telah memiliki tim dan motor yang baru,”

“Meskipun begitu, saya tetap optimis akan mampu kembali naik ke podium teratas. Saya memiliki motor dan tim yang hebat. Jadi, tak ada salahnya untuk tidak optimis,” ujar pembalap yang telah meraih tiga gelar juara dunia di kelas MotoGP.

Vinales: gp qatar akan terasa spesial

Pembalap baru tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales mengungkapkan bahwa seri pembuka yang akan dihelat di Sirkuit Losail Qatar akan terasa spesial. Menurutnya, balapan di malam hari akan menampilkan pertarungan yang sesungguhnya.

Maverick Vinales

Maverick Vinales optimis akan mampu meraih podium tertinggi di GP Qatar

GP Qatar merupakan seri yang mungkin sebagian pembalap tunggu, termasuk saya. Karena, balapan akan dilangsungkan pada malam hari dan membedakan dari seri-seri sebelumnya,”

“Sehingga, balapan akan terasa istimewa. Pertarungan antar pembalap akan terlihat disana. Pertempuran yang bisa dibilang sesungguhnya. Jadi, saya akan berusaha maksimal untuk meraih podium,”

“Saya optimis dengan motor beserta tim yang hebat, akan mampu mengakhiri balapan dengan berdiri di podium. Berharap dapat menjadi yang tercepat,” ujar mantan pembalap Suzuki.

Maverick Vinales Terdepan Pascamusim MotoGP Hari Kedua

Pembalap anyar tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales kembali mampu mencatatkan namanya sebagai yang terdepan dalam sesi ujicoba pascamusim MotoGP 2016 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia.

Maverick Vinales

Maverick Vinales kembali menjadi yang tercepat di pascamusim MotoGP 2016

Pada hari pertama lalu, pembalap yang memukau bersama tim Suzuki pada dua musim terakhir sukses menjadi yang tercepat. Performa tersebut ternyata mampu Ia bertahan di hari kedua.

Walaupun balapan sempat dihentikan atau red flag dikibarkan lantaran duo pembalap Suzuki Ecstar, Alex Rins dan Andrea Iannone mengalami crash yang cukup parah dan langsung dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan mengenai kerusakan dua tulang bagian belakang.

Akan tetapi, balapan dapat kembali dilanjutkan dengan sang juara bertahan Marc Marquez menjadi rider tercepat dengan catatan waktu 1 menit 30,171 detik.

Namun, Andrea Dovizioso yang tetap bertahan membela tim Ducati Corse, sukses mematahkan catatan The Baby Alien dengan waktu 1 menit 30 second. Akan tetapi, The Top Gun berhasil memperbaiki performa hingga akhirnya mencatatkan waktu tercepat yakni 1 menit 29,975 detik.

Sementara satu rekan Vinales di tim Yamaha, Valentino Rossi hanya mampu menorehkan waktu 1m 30.709s dan menempati urutan ketujuh. The Doctor tak mampu melewati catatan Iannone, Dani Pedrosa dan Crutchlow yang secara beruntun menempati urutan keempat hingga keenam.

Sedangkan pembalap baru Ducati, Jorge Lorenzo yang tampil kesulitan di hari pertama, namun tetap dapat memperbaiki penampilannya dan finis di urutan ketiga. Justru tak mampu dipertahankan dan harus puas berada di posisi delapan.

Vinales Berharap Performanya Terus Membaik

Maverick Vinales yang resmi menjadi rekan setim Rossi di MotoGP 2017 mendatang menyatakan bahwa dirinya berharap agar performanya terus meningkat seiring dengan tes uji coba pramusim.

Maverick Vinales

Maverick Vinales berharap performanya dapat membaik seiring waktu

Dijadwalkan, seluruh rider baik di kelas utama, Moto2 hingga Moto3 akan melakoni tes uji motor di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia pada tanggal 30 Januari hingga 1 Februari 2017 mendatang.

“Tentu dengan hasil tes uji coba pascamusim ini, saya berharap bahwa penampilan saya akan terus membaik kedepannya. Ini menjadi catatan tersendiri bagi saya sebelum memulai pra musim di Malaysia pada akhir bulan Januari nanti,” ujar Vinales.

Pembalap asal Spanyol tersebut menambahkan bahwa dirinya tidak akan jemawa dengan hasil di Valencia dan berusaha untuk terus memperbaiki performanya.

“Tentu hasil ini tidak dapat menjadi pantokan untuk mengarungi musim baru mendatang. Namun, saya akan terus berusaha keras untuk mampu memberikan yang terbaik di setiap serinya,”

“Saya juga merasa senang mendengar bahwa diri saya termasuk dalam kandidat favorit juara. Hal itu tak akan menjadi beban tersendiri bagi saya. Justru menjadi motivasi lebih demi meraih hasil maksimal,”

“Persaingan meraih gelar juara dunia juga akan terbuka lebar untuk semua pembalap. Sehingga, perjalanan menuju tangga juara akan berjalan dengan ketat,” tutup Vinales.

Rossi: Vinales Menjadi rekan tim yang tak jauh berbeda

Valentino Rossi menyambut hangat kedatangan Vinales ke kubu pabrikan asal Jepang. Tapi, justru Ia menyatakan bahwa rekan setim baru tersebut tak akan berbeda jauh dari Lorenzo.

Valentino Rossi

Valentino Rossi ungkap bahwa Vinales akan menjadi beban sendiri dalam meraih gelar juara dunia di musim depan

“Saya rasa, Vinales menjadi rekan setim yang tak berbeda jauh dengan Jorge. Mengingat, Ia memiliki kehebatan dan akan menjadi tantangan bagi saya di musim depan untuk merebutkan gelar juara,”

“Terlebih lagi setelah melihat sesi uji test pascamusim di Valencia kemaren. Jadi, Ia akan menjadi kesulitan tersendiri bagi saya. Namun, saya tetap optimis mengarungi musim depan,” tutup rider asal Italia.

Rossi Optimis Dengan M1 2017

Pembalap yang kini sudah menginjak usia 37 tahun, Valentino Rossi menyatakan bahwa dirinya optimis dengan motor Yamaha YZR-M1 2017 terbaru. Menurutnya, motor ini sudah mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun lalu.

Valentino Rossi

Valentino Rossi merasa optimis dengan YZR-M1 2017

Rossi sebelumnya sudah menjajal M1 terbaru pada sesi tes uji coba tertutup di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Meskipun di akhir tahun lalu pada tes uji coba pertama di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia dirinya masih kesulitan dalam mengendarai M1.

Perlu diketahui juga bahwa motor YZR-M1 terbaru yang diluncurkan pada hari Kamis pekan lalu di Madrid tidak berbeda jauh dengan motor edisi 2016. Justru, masih menggunakan sasis yang sama dan hanya mengalami sedikit perubahan.

“Saya mengetahui secara pasti bahwa kami kesulitan di Valencia lalu, meskipun menggunakan motor baru. Namun, dengan kinerja tim yang terus berkerja dan terus melakukan pengembangan di Jepang. Saat ini, motor jauh lebih baik,”

“Namun tetap kami tak akan puas dengan hasil yang saya rasakan saat ini, Masih banyak pengerjaan yang harus cepat dilakukan menjelang seri pertama di GP Qatar pada pertengahan awal Maret mendatang,”

“Tapi yang pasti, saya merasa optimis dengan motor M1 2017 ini untuk memulai petualangan MotoGP musim baru nanti. Meski saya mengetahui bahwa pertarungan akan berjalan sengit,” ungkap Rossi.

Rider yang juga memiliki julukan dengan nama Rossifumi itu menambahkan bahwa persaingan merebut gelar juara dunia akan diperebutkan oleh semua pembalap. Terlebih yang baru saja bergabung dengan tim baru.

“Dengan Lorenzo bersama tim baru dan Vinales yang juga tampil memukau baik pada dua musim lalu maupun saat sesi uji coba bulan November lalu serta sang juara bertahan Marquez yang berusaha keras untuk mempertahankan gelar juaranya.”

“Menarik untuk dinantikan pertarungan musim depan. Siapa yang akan menjadi juara dunia pada akhirnya,” tambah The Doctor.

Vinales Belajar Dari Rossi

Sementara satu rekan Rossi di tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales mengungkapkan bahwa dirinya banyak belajar dari Legenda MotoGP tersebut. Menurutnya, sebagai rider yang masih muda, harus banyak belajar dari seorang pembalap yang telah lama berkiprah di dunia balap.

Maverick Vinales

Maverick Vinales belajar banyak dari Valentino Rossi

“Sebagai pembalap yang masih muda, tentu kita akan belajar dari yang sudah lama berkiprah di bidangnya. Saya banyak sekali belajar bagaimana sikap Rossi saat berada di atas lintasan maupun diluar area balapan,”

“Dia menunjukkan sikap yang tenang dan terus bekerja disetiap serinya. Sehingga menurut saya itulah rahasia kesuksesan Dia,” ujar The Top Gun.

Pembalap asal Spanyol itu juga merasa senang bahwa dirinya masuk dalam kandidat juara untuk musim depan. Baginya, hal tersebut menjadi motivasi sendiri dalam mengarungi petualangan musim depan.

“Tentu hal itu (menjadi salah satu favorit juara) menjadi motivasi bagi saya dan senang dengan hal itu. Saya begitu semangat untuk memulai petualangan bersama tim baru di musim depan,” tutup mantan rider Suzuki.

Massimo Meregalli: Kedua pembalap kami hebat

Massimo Meregalli selaku manajer tim Movistar Yamaha menyatakan bahwa kedua pembalap timnya merupakan rider hebat. Dia merasa optimis gelar juara dunia akan kembali ke tim Yamaha.

Massimo Meregalli

Massimo Meregalli ungkap bahwa dua pembalapnya merupakan rider hebat

Setelah pada musim lalu, baik Lorenzo dan Rossi tak mampu bersaing dengan Marc Marquez bersama tim Honda. Terakhir kalinya meraih gelar juara dunia pada tahun 2015, ketika X-Fuera masih bersama dengan pabrikan asal Jepang itu.

“Kedua pembalap kami adalah yang terhebat. Kami optimis bahwa gelar juara dunia akan kembali ke pelukan kami. Meskipun persaingan akan sangat ketat,” ungkap Meregalli.

Profil Rossi: Dari Gokart Kini Menjadi Raja MotoGP

Siapa sangka bahwa Valentino Rossi memulai karirnya di dunia otomotif dengan terlebih dahulu mengikuti ajang perlombaan Gokart 100cc. Namun, Rossi sewaktu kecil itu gagal di kompetisi tersebut dan justru kini menjadi raja di kelas MotoGP.

Valentino Rossi

Valentino Rossi saat balapan Go Kart di usia 11 tahun

Sosok pria kelahiran Urbino, Italia pada tanggal 16 Februari 1979 tersebut merupakan anak dari seorang pembalap GP 250cc Graziano Rossi. Sehingga tak heran jika sejak kecil, Rossi sudah akrab dengan dunia balapan.

Sejak dini, sang ayah telah memperkenalkan anaknya dengan dunia otomotif. Namun pada awalnya, Rossi menjajal motor. Tetapi karena alasan keamanan, akhirnya Ia menukangi Go Kart ketika usianya menginjak 5 tahun.

Puncaknya, saat Rossi berusia 11 tahun, Ia sukses meraih gelar juara di ajang kejuaraan Gokart tingkat regional. Melihat hal tersebut, Graziano memutuskan untuk mengikutsertakan sang anak ke seri Go Kart kelas 100cc.

Akan tetapi, dikarenakan mahalnya biaya di kelas tersebut, membuat Rossi gagal mengikuti ajang itu. Padahal, apabila Ia ikut, kemungkinan besar kita sudah melihat Rossi membalap di ajang Formula One.

Karir Awal Rossi Dalam Balapan Sepeda Motor

Momen kegagalan tersebut justru merubah garis kehidupan Rossi. Sang ayah memutuskan untuk memasukkan sang anak ke dunia balapan sepeda motor. Karir awal Rossi bermula ketika bergabung bersama tim Aprillia pada ahun 1996 di Grand Prix kelas 125cc.

Valentino Rossi

Valentino Rossi memulai karinya dengan bergabung bersama tim Aprillia

Musim pertamanya, secara keseluruhan Ia sukses finis di urutan ke sembilan. Di tahun selanjutnya, Rossi mampu memperbaiki penampilannya dan berhasil meraih gelar pertamanya di dunia balap motor kategori 125cc.

Pada tahun 1998, Rossi memutuskan untuk naik ke kelas 250cc dan masih bersama dengan tim Aprillia. Di musim perdananya, Ia hanya finish sebagai runner up.

Namun di musim berikutnya, sejarah kembali tercipta, setelah Rossi sukses meraih gelar juara dunia di kategori 250cc.

Karir Rossi di kelas Motogp

Kehebatan Rossi tersebut membuat pihak Honda tertarik untuk menggunakan jasanya. Alhasil, di tahun 2000 Ia bergabung bersama tim pabrikan asal Jepang tersebut.

Valentino Rossi

Valentino Rossi sukses meraih gelar juara dunia MotoGP

Siklus kembali terulang, dimana setelah melewati musim pertama tanpa gelar, di musim selanjutnya Rossi merengkuh gelar juara dunia di kelas 500cc atau yang saat ini dikenal dengan kelas MotoGP.

Performa apik di musim sebelumnya tak mampu dipertahankan oleh pembalap yang identik dengan nomor 46 tersebut di tahun keduanya bersama tim Honda. Tetapi, Ia mampu menebusnya di musim ketiga dengan kembali meraih gelar juara dunia, sekaligus menjadi kado perpisahan yang manis dengan Honda.

Tahun 2004, The Doctor memutuskan untuk hijrah dan bergabung dengan tim Yamaha. Tak seperti di catatan sejarah sebelumnya dimana ketika musim perdana tak mampu mempersembahkan gelar juara. Akhirnya Rossi langsung sukses meraih gelar juara pada tahun pertamanya bersama tim baru.

Untuk pertama kalinya juga, Ia mampu mempertahankan gelar juara dunia di tahun selanjutnya. Tapi sayangnya, dua musim berikutnya harus puasa gelar. Tahun 2006, titel juara jatuh ke tangan Nicky Hayden dan 2007 menjadi milik Casey Stoner.

Rossifumi mampu memperbaiki performanya di dua musim terakhir. Hingga akhirnya kembali merengkuh titel juara di musim 2008 dan bertahan di musim 2009.

Rossi mencoba mencari tantangan baru dengan bergabung bersama tim pabrikan asal tanah kelahirannya, Ducati di musim 2011. Tapi sejarah tak mampu Ia ciptakan. Musim pertama dilewati dengan hanya finis di urutan ke-7 dan di musim keduanya juga tak mampu berbicara banyak, lantaran mengakhiri petualangannya dengan finish di posisi ke enam.

Kegagalan tersebut membuatnya kembali hijrah ke tim Yamaha pada tahun 2013. Namun hingga kini, gelar juara tak mampu kembali ke pelukannya. Rossi akan berjuang di musim 2017 mendatang.

Meski demikian, jika melihat sejarah, Rossi sudah layak untuk dinobatkan sebagai raja MotoGP sekaligus sang legenda.

FIM Resmi Jadwal MotoGP 2017

FIM atau Federasi Sepeda Motor Internasional telah sepakat bersama Dorna Sport selaku otoritas tertinggi balap motor untuk merilis jadwal resmi pergelaran MotoGP musim 2017.

MotoGP 2017

FIM dan Dorna Sport telah resmi merilis jadwal MotoGp 2017

Jadwal resmi ini sudah tidak ada lagi perubahan, terkecuali pada hari pelaksanaan yang apabila tak memungkinkan untuk melakukan balapan, seperti cuaca yang tak menentu, ataupun kendala teknis lainnya.

Namun terdapat beberapa perubahan dari jadwal yang telah dirilis sebelumnya, yakni perubahan mengenai penempatan Grand Prix Austria  dan GP Republik Ceko.

Dimana untuk musim depan, Grand Prix Republik Ceko akan menjadi seri ke 10. Sedangkan GP Austria menjadi tempat ke 11 dalam pergelaran balapan motor bergengsi seantero dunia saat ini. Pertukaran kedua GP tersebut merupakan dari edisi musim lalu.

Secara garis besar, MotoGP 2017 tak mengalami perubahan. Tetap akan ada 18 seri balapan dan keseluruhan di Sirkuit yang sama dengan musim 2016 lalu. 15 Negara tetap menjadi tuan rumah dalam pergelaran balapan kuda besi di musim depan.

Seri pertama tetap dilaksanakan di Sirkuit Losail, Qatar pada tanggal 26 Maret 2017 mendatang. GP Qatar merupakan perhelatan MotoGP yang paling ditungg-tunggu. Pasalnya, dilangsungkan pada malam hari dan menjadi seri pembuka.

Tak hanya itu saja, keindahan motor baru para rider akan terlihat indah dengan pantulan cahaya Sirkuit. Sehingga para penonton akan disuguhkan balapan motor yang memukau.

Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol tetap akan menjadi seri pamungkas pada MotoGP 2017. Dimana GP Valencia bakal diprediksi akan menjadi tempat penentuan gelar juara di musim depan, seperti yang terjadi pada musim 2015 lalu.

Ketika itu, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi harus bersaing hingga seri terakhir. Alhasil, The Doctor yang memulai balapan di urutan paling buncit karena mendapatkan hukuman di beberapa seri sebelumnya, harus puas finis di urutan keempat.

Sementara, X-Fuera yang meraih pole position mampu mempertahankan posisinya hingga garis finis, meskipun mendapatkan perlawanan hebat dari duo Honda, Marc Marquez dan Dani Pedrosa. Sehingga gelar juara dunia jatuh ke pembalap yang identik dengan nomor 99 tersebut.

Jorge Lorenzo Berusaha Pertahankan Rekor di GP Qatar

Grand Prix Qatar yang dihelat di Sirkuit Losail pada tanggal 26 Maret 2017 mendatang, menjadi ajang pembuktian bagi Jorge Lorenzo yang berusaha untuk mempertahankan rekor apik ketika mengaspal di GP Qatar.

Jorge Lorenzo

Jorge Lorenzo akan berusaha mempertahankan catatan apik di GP Qatar

Sejak Sirkuit yang memiliki total panjang 5.380 km tersebut masuk dalam kalender resmi perhelatan MotoGP di musim 2004 silam. X-Fuera hampir tak pernah kehilangan untuk naik ke podium di tiga kelas berbeda. Lorenzo hanya terpeleset sebanyak dua kali saja yakni pada tahun 2014 dan 2015.

Belum lagi bahwa pada musim lalu, Lorenzo sukses menjadi juara di GP Qatar. Sehingga rider asal Spanyol tersebut akan berusaha menjaga catatan apik tersebut.

Namun, Lorenzo yang pada musim depan akan menunggangi motor baru tim Ducati Corse, Desmosedici GP17 diprediksi akan mengalami kesulitan. Karena sejauh ini, belum beradaptasi dengan baik.

Rossi: GP qatar selalu menarik

Valentino Rossi yang pada musim depan tetap membela tim Movistar Yamaha mengatakan bahwa perhelatan MotoGP di GP Qatar selalu menarik. Pasalnya, merupakan seri pembuka, dimana akan menjadi tolak ukur diawal bagi seluruh tim.

Valentino Rossi

Valentino Rossi ungkap bahwa GP Qatar akan selalu menarik

“GP Qatar bagi saya selalu menarik. Karena ini menjadi seri pembuka dan seluruh pembalap akan membuktikan kehebatannya. Selain itu, juga menjadi tolak ukur bagi para tim untuk mengarungi seri-seri selanjutnya di sepanjang musim,” ungkap pembalap asal Italia.

Vinales Tercepat di Hari Pertama Sesi Uji Coba

Sebelum balapan resmi MotoGP 2017 digelar pada bulan Maret tahun depan, para pembalap terlebih dahulu melakukan uji coba motor barunya di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia pada bulan November 2016 lalu.

Maverick Vinales

Maverick Vinales sukses menjadi yang tercepat dalam sesi uji coba Valencia

Hasilnya, Maverick Vinales yang pada dua musim lalu bersama tim Suzuki tampil maksimal dan kini telah memutuskan untuk bergabung dengan tim Movistar Yamaha untuk dua tahun kedepan, mampu menjadi yang tercepat.

The Top Gun (julukan Vinales) yang untuk pertama kalinya menjajal YZR-M1 milik Yamaha, ternyata sukses mencatatkan waktu 1 menit 20,930 detik. Mengungguli satu rekan setimnya, Valentino Rossi dengan selisih 0,020 detik. Padahal, The Doctor menggunakan motor keluaran baru Yamaha.

Sementara Jorge Lorenzo awalnya terlihat sulit mengendarai Desmosedici GP16. Namun secara perlahan, X-Fuera mampu memperbaiki penampilannya dan finis di urutan ketiga.

Pembalap yang telah membela tim Yamaha sejak 2008 lalu dan berhasil meraih gelar juara dunia sebanyak tiga kali (2010, 2012 dan 2015) memutuskan untuk tidak memperpanjang masa kontraknya dan memilih bergabung bersama Ducati Corse dalam durasi dua musim kedepan tersebut membukukan catatan selama 1 menit 31,052 detik.

Sedangkan sang juara dunia, Marc Marquez tak mampu berbicara banyak. The Baby Alien hanya mengakhiri sesi uji coba di urutan keempat yang hanya terpaut 0,050 detik saja dari Lorenzo.

Begitu pula dengan satu rekan tim Marquez di tim Repsol Honda Dani Pedrosa yang justru harus puas finis di posisi kesepuluh. Di posisi kelima ditempati oleh Andrea Dovizioso.

Tak hanya Lorenzo dan Vinales saja yang melakukan debut untuk tim barunya, tetapi juga nama-nama rider lainnya yakni diantaranya Andrea Iannone bersama tim Suzuki, Bradley Smith dan Pol Espargaro di tim KTM.

Bahkan rider debutan di kelas utama yakni Jonas Folger dan Johann Zarco bersama tim Tech3 Yamaha, Sam Lowes tim Aprilia dan terakhir Aleix Rins (Suzuki).

Rossi Puji Vinales, Lorenzo dan Iannone

Valentino Rossi yang pada musim depan masih membela tim Movistar Yamaha, melontarkan pujian kepada rekan barunya, Vinales. Pasalnya, mantan pembalap Suzuki Esctar tersebut mampu keluar menjadi yang tercepat, mengungguli Rossi yang finis di urutan kedua.

Valentino Rossi

Valentino Rossi saat menjajal YZR-M1

“Dia (Vinales) mampu melakukan debutnya dengan sangat baik dan luar biasa. Saya pribadi menilai bahwa Ia sejak awal akan memberikan penampilan yang cepat,”

“Vinales akan jadi satu tim yang tak berbeda jauh dengan Lorenzo di musim-musim sebelumnya. Ia akan menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk berusaha meraih gelar juara dunia di musim depan,” ungkap Rossi.

Pembalap Italia tersebut tak hanya memberikan pujian kepada Vinales, tetapi juga kepada rider baru Ducati yang pernah menjadi rekan setimnya di Yamaha, Jorge Lorenzo dan Iannone bersama tim barunya Suzuki.

“Tak hanya Vinales saja yang melakukan debutnya dengan luar biasa, tetapi juga Lorenzo yang terlihat pada awalnya kesulitan namun dapat finis di urutan ketiga dengan hanya berselisih sedikit saja dari saya. Begitu juga dengan Iannone yang menunjukkan kualitasnya bersama tim baru,” tutup The Doctor.

Lorenzo: Cukup Puas Dengan Hasil ini

Jorge Lorenzo yang mampu finis di urutan ketiga dibelakang duo Yamaha, Vinales dan Rossi saat sesi uji coba di hari pertama mengungkapkan bahwa dirinya puas dengan hasil tersebut.

Jorge Lorenzo

Jorge Lorenzo cukup puas dengan hasil tes uji coba pertama di Valencia

“Saya akui, bahwa diawal saya merasa sulit untuk mengendarai motor baru ini. Namun, saya mencoba untuk terus memperbaiki di setiap lapnya. Alhasil, saya dapat finis di urutan ketiga,” ujar Lorenzo.

Yamaha Rilis YZR-M1 Terbaru

Tim Movistar Yamaha yang pada musim depan akan diperkuat oleh Valentino Rossi dan Maverick Vinales secara resmi telah meluncurkan motor YZR-M1 terbaru untuk mengarungi musim MotoGP 2017 mendatang.

YZR-M1

Tim Movistar Yamaha secara resmi telah merilis YZR-M1 2017

Peresmian tersebut dilangsungkan di markas Telefonica Movistar yang terletak di Madrid, Spanyol pada hari Kamis, 19 Januari 2017 lalu.

Terlihat, livery pada motor terbaru tersebut didominasi dengan warna biru yang lebih gelap dari musim-musim sebelumnya. Ditambah lagi dengan corak garis tajam bergradasi. Adapun velg motor kembali menggunakan warna hitam, yang pada tahun sebelumnya berwarna biru terang.

Logo Movistar juga berubah lebih terlihat dinamis. Begitu pula dengan logo Blue Core (merupakan pengembangan mesin terbaru milik Yamaha yang dirancang agar irit bahan bakar dan mempercepat akselerasi).

Namun yang disayangkan bagi kita semua penggemar yang berasal dari Indonesia, kalimat ‘Semakin Di Depan‘ tak terlihat di kendaraan baru. Tapi kita tetap bangga karena kalimat tersebut terpampang lebar di baju yang dikenakan oleh kedua rider.

Yamaha telah bekerja sama dengan Movistar sejak empat tahun terakhir ini. Hasil kolaborasi tersebut telah menghasilkan kemenangan sebanyak 21 kali dan meraih 71 podium.

Bahkan, sukses merengkuh gelar juara dunia MotoGP pada musim 2015, kala itu oleh Jorge Lorenzo yang kini telah bergabung bersama tim Ducati Corse dan dua trofi juara dunia dalam kategori tim.

Musim 2017 menandakan tahun ke 12 The Doctor bersama tim Yamaha, sejak pertama kalinya Ia bergabung pada tahun 2004. Meskipun di musim 2011 dan 2012, Ia pindah ke tim Ducati dan kembali di tahun 2013 untuk bergabung ke pabrikan Jepang itu.

Sementara bagi The Top Gun, musim depan adalah tahun pertamanya bergabung bersama Yamaha, sejak pada dua musim lalu membela tim Suzuki dan memutuskan untuk mengisi kekosongan pembalap di tim Yamah, yang ditinggalkan oleh X-Fuera.

Kedua pembalap tersebut rencananya akan kembali melakukan uji coba motor YZR-M1 terbaru di Sirkuit International Sepang, Malaysia pada tanggal 30 Januari dan berakhir 1 Februari 2017.

Kouichi Tsuji Ungkap Bahwa YZR-M1 Terbaru Mengalami Peningkatan

Kouichi Tsuji selaku Direktur pengembangan motor Yamaha mengungkapkan bahwa YZR-M1 2017 sekilas tak berbeda jauh dari edisi sebelumnya. Namun, Ia memastikan bahwa motor tersebut mengalami peningkatan di bagian spesifikasi motor.

Kouichi Tsuji

Kouichi Tsuji mengungkapkan bahwa YZR-M1 terbaru mengalami peningkatan

“Terlihat bahwa dari penampilan luar, motor terbaru kami ini tidak terlalu banyak mengalami perubahan, hanya sebagian kecil saja yang berubah. Namun, berbeda ketika membicarakan spesifikasi motor tersebut. Dimana telah kami tingkatkan,” ungkap Tsuji.

Direktur berkebangsaan Jepang tersebut menambahkan bahwa timnya tidak terpengaruh oleh larangan penggunaan sayap pada pergelaran balapan paling bergengsi di musim depan.

“Kami tidak keberatan akan larangan mengenai penggunaan sayap. Karena kami telah merancang sebaik mungkin untuk mengurangi tekanan ketika motor dalam keadaan menikung,”

“Motor ini akan kembali kami uji sebanyak tiga kali sebelum benar-benar digunakan dalam race pertama di Qatar nanti,” tutup Tsuji.

YZR-M1 2017 Rasa Lama

Yamaha secara resmi telah merilis dua YZR-M1 terbarunya yang akan ditunggangi oleh Rossi dan Vinales dalam MotoGP 2017 mendatang. Namun, motor anyar tersebut tak sepenuhnya baru. Pasalnya, YZR-M1 edisi 2017 masih menggunakan filosofi yang lama.

YZR-M1

YZR-M1 2017 tetap menggunakan filosofi 2016

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh salah satu staff di tim Yamaha yang tak ingin disebutkan namanya tersebut.

“Filosofi motor baru ini tetap menggunakan motor 2016. Namun, terdapat perubahan dari segi sasis, suspensi dan mesin yang berbeda. Tapi secara keseluruhan tidak menghancurkan filosofi musim lalu,”

“Pasalnya, apabila kalian mendapatkan masalah yang cukup besar, maka tim pabrikan tak akan mengambil keputusan yang juga besar,” ungkap staff Yamaha.

Max Biaggi Sang Roman Emperor

Siapa yang tak mengenal sosok pembalap bernama Massimiliano Max Biaggi atau yang kerap disapa dengan Max Biaggi. Seorang pembalap berkebangsaan Italia yang mampu meraih gelar juara dunia World Superbike Championship pada tahun 2010.

Max Biaggi

Max Biaggi sang The Roman Emperor

Sepanjang karir profesionalnya di dunia balap, Biaggi telah mampu meraih gelar juara dunia secara empat kali beruntun di Kejuaraan Dunia 250cc. Ia pun juga sukses di kelas 500cc walaupun harus finis sebagai runner up.

Di tahun 2007, Ia memutuskan untuk hijrah dan berkarir di World Superbike Championship. Pada musim pertamanya, Ia hanya mampu meraih finis di urutan ketiga, begitu pula dengan dua tahun berikutnya.

Puncaknya, di musim 2010, untuk pertama kalinya Ia mampu keluar sebagai juara dunia. Sehingga, Max Biaggi mendapatkan julukan The Roman Emperor atau Kaisar Romawi.

Perjalanan Karir Max Biaggi Di Kelas 125cc dan 250cc

Sewaktu The Roman Emperor kecil, justru Ia tertarik untuk berkiprah di dunia sepakbola. Namun, ketika usianya menginjak 17 tahun dan tepat di hari ulang tahunnya, sang ayah memberikan hadiah berupa sepeda motor.

Max Biaggi

Max Biaggi sukses meraih gelar juara empat tahun beruntun di kelas 125cc

Sejak itulah, Biaggi langsung memiliki minat untuk berkarir di dunia balap motor. Tepat di usia ke 18 tahun, Ia memulai untuk mengikuti ajang balapan di kelas 125cc. Di musim perdananya, Biaggi langsung mampu keluar sebagai juara di ajang Kejuaraan Italian Sport Production Championship.

Sukses di kelas 125cc, Ia memutuskan untuk hijrah ke kelas 250cc. Di tahun 1991, Biaggi lagi-lagi sukses di musim pertamanya dan meraih gelar juara Eropa dengan motor Aprilia RS250.

Biaggi menutup Grand Prix 250cc hanya finis di urutan kelima bersama tim Aprilia. Di tahun 1993, Ia hijrah ke tim Honda, mampu memperbaiki performanya, namun harus puas bertengger di posisi keempat dalam tabel akhir GP 250cc.

Namun, Ia memutuskan untuk kembali ke Aprilia dan terus berusaha keras untuk meraih gelar juara dunia. Akhirnya, kerja kerasnya terbayar di musim berikutnya. Kaisar Romawi mampu keluar sebagai yang tercepat dan meraih gelar juara dunia di kelas 250cc untuk pertama kalinya.

Gelar tersebut mampu dipertahankan oleh Biaggi di dua musim secara beruntun. Tapi, pada musim 1997, Ia kembali memperkuat Honda. Tetapi, Biaggi kembali mampu mempertahankan gelar juaranya tersebut dan mencatatkan empat kali menjadi juara dunia secara beruntun.

Karir Biaggi Di Kelas 500cc dan MotoGp

Tahun 1998, Ia memutuskan untuk mencoba tantangan baru dan Ia resmi memulai petualangannya di kelas 500cc. Biaggi langsung membuat debut yang memukau saat mampu meraih pole position dan mampu menjadi pembalap dengan catatan fastest lap tercepat.

Max Biaggi

Max Biaggi menjadi juara dunia ajang World Superbike Championship pada tahun 2010

Hingga akhirnya, balapan pertamanya di kelas 500cc yang berlangsung di Suzuka pada tahun 1998, Ia mampu meraih podium tertinggi untuk tim Kanemoto Honda. Akan tetapi, secara keseluruhan Biaggi hanya finis di belakang Mick Doohan yang menyabet gelar juara dunia 500cc.

Musim berikutnya, Ia hijrah ke Yamaha. Namun, The Roman Emperor hanya finis di urutan keempat pada musim pertamanya, di posisi ketiga pada musim berikutnya dan di musim 2001 sebagai runner up.

Pada musim 2002, untuk pertama kalinya Biaggi mengendarai motor dengan sistem 4 langkah. Secara keseluruhan, Ia kalah bersaing dengan Valentino Rossi dan harus puas finis di posisi kedua.

Di musim selanjutnya, Ia hijrah dan membela tim Honda Camel Pramac Pons. Tapi, Ia tak mampu berbicara banyak pada musim itu dan harus berakhir di urutan ketiga.

Selama berkarir di kelas MotoGP, Biaggi tak mampu meraih gelar juara dunia dari musim 2002 hingga berakhir di musim 2005.

Biaggi harus menjalani satu tahun tak mengikuti ajang balapan motor, lantaran tim Corona Alstare Suzuki di WSBK masih mempertahankan pembalap lamanya yakni Yukio Kagayama dan Troy Corser.

Tahun 2007 akhirnya Ia memulai berkarir di WSBK dan finis di urutan ketiga. Musim depan Ia finis di posisi ketujuh, begitu pula di musim 2009 hanya berakhir sebagai posisi keempat.

Puncaknya, pada tahun 2010, akhirnya Mad Max berhasil menjuarai gelar Kejuaraan Dunia di World Superbike Championship dan mencatatkan sebagai pembalap Italia yang pertama kalinya meraih gelar juara dunia.

Philips Island Jadi Lokasi Kedua Tes Uji Coba Motor MotoGP 2017

Asosiasi Balap Internasional Tim atau disingkat IRTA secara resmi telah meluncurkan jadwal uji coba motor yang akan dilakoni oleh seluruh pembalap baik di kelas utama maupun di kelas Moto2 dan Moto3 untuk musim 2017 ini.

Sirkuit Philips Island

Sirkuit Philips Island, Australia menjadi lokasi kedua tes pramusim MotoGP 2017

Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia menjadi tempat pertama bagi para rider untuk menguji kendaraannya yang akan digunakan pada musim MotoGP 2017 mendatang. Rencananya, akan dilangsungkan pada tanggal 30 Januari hingga 1 Februari 2017.

Selesai di Negeri Jiran, seluruh tim akan bersiap-siap untuk kembali menguji motor para pembalapnya selang dua minggu kedepan. Sirkuit Phillips Island, Australia menjadi lokasi kedua untuk pengujian motor rider yang akan dihelat selama tiga hari, dimulai dari tanggal 15 hingga 17 Februari mendatang.

Sebelumnya, sebagian tim telah melakukan hal tersebut pada bulan November 2016 lalu. Nama Jorge Lorenzo yang telah resmi menjadi pembalap tim Ducati Corse dan juga Maverick Vinales yang bergabung bersama tim Movistar Yamaha, mendapatkan perhatian lebih dari sejumlah media.

Vinales dalam dua musim terakhir bersama tim Suzuki sukses tampil sangat imprensif, mampu mencatatkan waktu yang tercepat di hari pertama dan juga di hari kedua dalam tes bebas di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia.

Sedangkan, Lorenzo hanya finis di urutan ketiga pada hari pertama. Namun performanya tidak mampu dipertahankan di hari selanjutnya yang harus puas mengakhiri tes bebas GP Valencia di posisi kedelapan.

Dalam waktu dekat ini, beberapa tim tengah mempersiapkan untuk meresmikan motor baru yang akan digunakan oleh para ridernya dalam perhelatan balapan kendaraan beroda dua paling bergengsi sedunia.

Vinales Berharap di Musim Depan Mampu Bersaing

Pembalap anyar tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales berharap bahwa dirinya di musim baru nanti dapat bersaing dalam perebutan gelar juara dunia kelas utama.

Maverick Vinales

Maverick Vinales berharap mampu bersaing dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2017

“Saya saat ini tengah berjuang untuk beradaptasi dengan cepat bersama tim dan motor baru. Tentu saya menginginkan dapat bersaing di tangga klasemen MotoGP pada musim depan,”

“Saya memasang target yang tinggi, yakni keluar sebagai juara dunia. Sehingga, saya akan berusaha keras untuk tampil maksimal di setiap serinya, demi meraih kemenangan,”

“Saya juga mengetahui, bahwa persaingan merebut trofi tertinggi tidaklah mudah. Terdapat nama besar lainnya yang sudah lama berkiprah di kelas utama seperti Rossi, Lorenzo, Pedrosa, Marquez dan lainnya,”

“Jadi, untuk mewujudkan harapan saya tersebut. Saya akan berlatih ekstra dan dengan segera menyesuaikan dengan kondisi sekarang ini,” ungkap The Top Gun.

Vinales yang dalam dua musim terakhir membela Suzuki, mampu memberikan penampilan yang sangat memukau. Bahkan, rider asal Spanyol tersebut sukses bertengger di urutan keempat dalam klasemen akhir MotoGP 2016, tepatnya di bawah Lorenzo.

Sehingga banyak kalangan yang menilai bahwa Vinales akan berhasil dengan tim dan kendaraan yang baru di musim depan.

Rossi: Vinales akan jadi tantangan tersendiri

Valentino Rossi yang telah memutuskan untuk tetap bertahan dan membela tim Yamaha menyatakan bahwa rekan timnya yang baru, Vinales menjadi tantangan tersendiri di musim baru mendatang.

Valentino Rossi

Valentino Rossi menyatakan bahwa Vinales menjadi tantangan tersendiri baginya

“Vinales adalah salah satu pembalap yang hebat. Ia telah membuktikannya pada dua musim terakhir bersama Suzuki. Kini, Dia menjadi rekan setim saya di Yamaha. Pada awalnya, Dia bukanlah menjadi hambatan saya untuk memperjuangkan gelar juara di musim depan,”

“Namun setelah melihat hasil tes bebas di Valencia lalu, saya kira Dia akan menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Tapi, saya akan melakukan secara maksimal di musim depan untuk mengenapkan menjadi 10 gelar,” ungkap The Doctor.

Lorenzo Puncaki Klasemen Seri Pertama MotoGP 2016

Pembalap tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo berhasil menjadi yang tercepat di seri pertama MotoGP 2016 yang dilangsungkan di Sirkuit Losail, Qatar pada hari Minggu, 20 Maret 2016 waktu malam setempat.

Jorge Lorenzo

Jorge Lorenzo keluar sebagai juara di Sirkuit Losail, Qatar

X-Fuera sukses menjadi yang tercepat dengan mencatatkan waktu 42 menit 28.452 detik. Dengan kemenangan ini, Lorenzo berhasil memuncaki klasemen sementara MotoGP 2016 dengan poin maksimal, 25 poin.

Sementara diurutan kedua, ditempati oleh Andrea Dovizioso yang hanya berselisih tidak sampai 2 detik saja dari sang juara. Sehingga, Little Dragon hanya sukses mengantongi angka sebanyak 20 poin saja dan berdiri di belakang Lorenzo dalam tabel klasemen seri pertama.

Marc Marquez hanya mampu finis di urutan ketiga dengan waktu 42 menit 30.739 detik. Dengan demikian, The Baby Alien hanya berhasil membawa pulang poin sebanyak 16 angka. Berselisih sembilan poin dari rider yang identik dengan nomor 99.

Sedangkan satu rekan tim Lorenzo di Yamaha, Valentino Rossi tak berhasil naik ke podium, lantaran The Doctor hanya mencatatkan waktu 42m 30.839s. Sehingga, pembalap asal Italia tersebut harus puas finis di belakang tiga rider. Begitu pula dengan posisinya di klasemen yang memperoleh 13 angka.

Menutup lima besar, ditempati oleh satu rekan Marquez, Dani Pedrosa. Little Spaniard hanya finis di belakang Rossi dan berhak mendapatkan 11 poin. Di urutan paling belakang GP Qatar, diklaim oleh pembalap tim Estrella Galicia, Tito Rabat. Pembalap dengan nomor 53 hanya mendapatkan satu poin dan menduduki urutan paling buncit di tangga klasemen.

Lorenzo Bahagia Menjadi Kampiun di GP Qatar

Jorge Lorenzo keluar sebagai yang tercepat di seri pertama MotoGP musim 2016 ini dan berhak memimpin klasemen sementara dengan raihan 25 angka. Pembalap asal Spanyol tersebut mengungkapkan rasa senangnya setelah berhasil menjadi kampiun di GP Qatar 2016.

Jorge Lorenzo

Jorge Lorenzo merasa bahagia mampu keluar sebagai kampiun di GP Qatar 2016

“Saya merasa bahagia dapat membuka petualangan di musim ini dengan meraih kemenangan. Ini menjadi modal yang sangat istimewa untuk mengarungi perjalanan MotoGP 2016,”

“Perjalanan memang sangat panjang, masih tersisa 17 seri lagi untuk menentukan siapa yang keluar sebagai juara dunia. Musim lalu, saya sukses meraih gelar juara dan tentu saya ingin berusaha keras demi mempertahankannya,” ujar Lorenzo.

X-Fuera di musim 2015 lalu berhasil menjadi juara dunia dengan mencundangi Marquez dan satu timnya, Rossi di seri terakhir yang dilangsungkan di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol.

Lorenzo pun di musim baru ini tetap difavoritkan untuk mempertahankan gelar juaranya. Namun, Marquez yang sudah meraih dua gelar juara dunia yang hanya dalam tiga musim terakhir, tentu akan menjadi pesaing terberat Lorenzo. Begitu juga dengan Rossi yang sudah berpengalaman.

Rossi: Cukup Puas Dengan Performa Tim

Legenda MotoGP yang masih aktif menjadi pembalap di musim ini, Valentino Rossi menyatakan bahwa dirinya cukup puas akan penampilan di seri pertama MotoGP musim ini. Walaupun The Doctor tidak berhasil naik ke podium, lantaran hanya finis di urutan keempat saja.

Valentino Rossi

Valentino Rossi cukup puas akan penampilan perdananya di seri pembuka MotoGP 2016

“Kendati saya tak mampu berbicara banyak di seri pembuka ini dan hanya mampu selesai di posisi keempat. Namun saya cukup puas akan performa motor dan kinerja tim,”

“Ingat, bahwa tanpa adanya tim, seorang rider tidak akan sukses. Jadi, saya akan mengevaluasi seri pertama ini bersama tim untuk menemukan sejumlah permasalahan dan tentu saja solusi yang tepat. Sehingga, saya dapat kembali merasakan gelar juara dunia yang sudah lama tak saya raih,” ungkap Rossi.

Valentino Rossi sudah puasa gelar sejak tahun 2009. Di musim 2015 lalu, The Doctor hanya finis sebagai runner up, di belakang rekan setimnya, Lorenzo.